Pembelajaran
Di UniSA kami memahami bahwa pendidikan adalah lebih dari sekedar mencatat atau membaca buku. Anda akan mendapat banyak kesempatan untuk mempraktikkan apa yang Anda pelajari, sehingga saat Anda lulus nanti Anda mempunyai lebih dari sekedar gelar. Anda akan memiliki peluang untuk menjelajahi dan melatih ketrampilan baru Anda dalam pengawasan, sehingga Anda akan dapat memberi dampak langsung dalam profesi pilihan Anda.
Pengajaran
Para staf pengajar kami telah berperan aktif dalam industri, dan mereka akan membawa serta pengalaman serta pengetahuan mereka itu ke dalam kelas. Kami bukan hanya mengirimkan orang ke dunia bisnis dan profesional sebagai lulusan baru, namun juga membawa mereka kembali ke universitas untuk membagi ilmu.
Riset
UniSA memiliki lembaga, pusat dan kelompok riset berkelas dunia, yang berkarya dalam pengetahuan baru yang termutakhir di berbagai bidang studi utama kami. Riset tersebut menjadi bagian dari apa yang Anda pelajari, sehingga pengetahuan Anda bukan hanya berperingkat terbaik, namun Anda merupakan orang-orang pertama yang mempelajarinya.
Lingkungan
Untuk tingkat perguruan tinggi, fasilitas belajar di UniSA merupakan salah satu yang terbaik. Ini berarti gedung-gedung baru, laboratorium baru, ruang belajar baru, komputer dan program komputer yang baru, dan terkadang ruang belajar yang baru ini merupakan fasilitas belajar yang berpadu dengan fasilitas sosial, dibentuk untuk mendorong kerja kelompok.
Layanan pendukung
Tersedia berbagai layanan pendukung akademik, sosial dan pribadi untuk membantu Anda selama studi Anda berlangsung. Sejak sebelum Anda meninggalkan tanah air sampai hari wisuda, layanan pendukung UniSA akan membantu Anda dalam tinggal, sukses dalam studi dan memanfaatkan sebesar-besarnya pengalaman Anda di South Australia.
Kampus
Dengan empat kampus di area metropolitan dan satu di kota regional di Whyalla, UniSA merupakan universitas terbesar di South Australia. Seluruh kampus UniSA terhubung ke jaringan komputer nirkabel dan menyediakan fasilitas komputer yang modern. Selain itu, semua kampus juga memiliki perpustakaan besar dengan berbagai sumber daya online dan buku yang ekstensif. Kafe-kafe di kampus merupakan tempat yang sangat bagus untuk bertemu dengan teman, sedangkan toko-toko di kampus menyediakan buku-buku teks yang relevan, piranti lunak dan berbagai alat tulis.
Adelaide: sebuah ibukota gaya hidup
Setiap tahun, ribuan siswa internasional mendapati bahwa Adelaide merupakan tempat yang sangat tepat untuk studi dan menikmati hidup. Adelaide sungguh merupakan sebuah kota yang sangat tepat untuk bermukim. Sebagai ibukota South Australia, Adelaide cukup besar untuk menawarkan seluruh keunggulan tinggal di kota (seperti lingkungan bisnis yang dinamis, kehidupan budaya yang aktif, dan reputasi kelas dunia untuk citarasa kuliner dan anggurnya), namun cukup kecil agar kita bisa meraih semua keunggulan ini.
Konrad mengatakan “Adelaide begitu rileks - suatu tempat yang hebat untuk studi dan tinggal”.
Kota ini cantik dan teratur, dikelilingi oleh taman-taman indah dan tidak jauh dari pantai-pantai luas berpasir putih yang hening, bukit-bukit yang rimbun dan pedalaman Australia. Meskipun kota ini sangat tenang, setiap bulan akan menjadi semarak oleh warna, cahaya dan suara berbagai festival yang dimilikinya.
Adelaide adalah ibukota festival di Australia, karena menjadi tuan rumah lebih dari 400 acara spesial di sepanjang tahun, seperti Festival of Arts, Fringe Festival dan WOMAdelaide, selain kalender tahunannya untuk berbagai acara multibudaya, musik, komedi dan makanan. Acara olahraga besar juga banyak digelar di Adelaide, dan kota ini merupakan lokasi balap sepeda internasional tahunan Tour Down Under yang menampilkan beberapa tim balap sepeda profesional terbaik dunia, termasuk satu tim yang disponsori oleh UniSA.
Biaya hidup
Adelaide merupakan ibukota negara bagian yang paling terjangkau di Australia, menawarkan biaya hidup yang lebih rendah daripada di Sydney, Melbourne, Brisbane dan Perth*.
* Economist Intelligence Unit 2009
Adelaide dibandingkan dengan kota-kota tertentu, 2009
|